Aku tak mau sakit di dunia
mengejar sesak ribut mencari harta
merebut pangkat menongkah setia
menjerit penat lelah segala
hanya kerna sebuah nama, secebis bahagia
Aku takut sebenarnya
leka lupa diri didusta
ringgit menimbun bersama dosa
memijak kepala merobek dunia
sedangkan sukanya hanya seketika
Aku lebih suka leka di desa
mengalun seloka lagu sehala
menganyam jalur tenang seia sekata
menyapa senda bersama keluarga
mengupas sayang bibit ceria
walau hidup tidak berharta
namun hati tidak berduka
tiada rebut, tiada nista,tiada murka
tenang, lembut menginjak usia
kerna itulah sejati bahagia